Berbahayakah Keputihan pada Wanita?

  July 6, 2017     Sherly Ika Octavia, S. Farm, Apt.     Informasi Kesehatan

Berbahayakah Keputihan pada Wanita?

Semua wanita pasti pernah mengalami keputihan. Kondisi alami ini berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina dari iritasi dan infeksi. Ibu hamil juga bisa mengalami keputihan yang berhubungan dengan kehamilan.[2]

Saat mengalami keputihan, seorang wanita akan mengeluarkan lendir dari vaginanya. Lendir yang diproduksi kelenjar dalam vagina dan serviks atau leher rahim ini akan keluar sambil membawa sel-sel mati serta bakteri sehingga vagina tetap bersih dan membantu mencegah infeksi. [2]

Keputihan biasanya bersifat normal. Jumlah tersebut dapat bervariasi, dapat diamati berdasarkan bau dan warna yang timbul, serta bergantung dengan siklus menstruasi Anda. Misalnya, akan lebih banyak keputihan yang timbul saat masa ovulasi, menyusui, atau terangsang secara seksual. Aromanya mungkin berbeda jika Anda sedang hamil atau Anda kurang rajin menjaga kebersihan daerah vagina. [4]

Warna keputihan mempengaruhi kesehatan organ intim

  • Jernih dan elastis

Keputihan seperti ni biasanya muncul setelah berakhirnya masa menstruasimu yang kemunculan awalnya berwarna agak pekat. Coba ambil cairan keputihan pakai jari, lalu regangkan di antara dua jari. Jika berwarna jernih dan elastis setelah direntangkan secara maksimal, itu tanda kalau kamu sedang mendekati masa ovulasi dan keputihan ini bersifat normal. [3]

  • Warna putih

Munculnya keputihan macam ini biasanya sebelum dan setelah masa menstruasi. Namum, kamu patut waspada kalau cairan putih yang keluar disertai rasa gatal dan bau nggak sedap seperti amis, bisa jadi hal tersebut jadi tanda-tanda daerah kewanitaan mengalami infeksi jamur. Segera berkonsultasi ke dokter adalah langkah tepat. [3]

  • Warna kuning

Anda patut waspada apabila cairan keputihan yang keluar dari vaginamu berwarna kuning. Sebab, bisa saja ada organisme kuman yang tumbuh dan bersarang di sana, Biasanya, kuman-kuman masuk melalui hubungan seksual. Jika sudah begini, Anda juga perlu mewaspadai pula gejala infeksi gonorhoe, klamida, dan trichomonas. Bakteri jahat jenis mycoplasma hominis dan gardnerella vaginalis juga menjadi penyebab keputihan jenis ini.[3]

  • Warna cokelat

Biasanya keputihan yang datang dengan warna coklat terjadi pada periode haid, kehamilan di awal, atau menopouse. Keputihan ini juga bisa jadi tanda penyakit pada vagina. Jika keputihan bersifat abnormal, misalnya disertai dengan rasa nyeri pinggang dan bokong dan bau tidak sedap, Anda patut waspadai mungkin ini tanda awal penyakit kanker serviks atau pelvis inflammatory disease. [3]

  • Warna hijau

Jika cairan keputihan muncul dalam jumlah besar dan disertai aroma busuk juga nyeri pada organ kewanitaan, Anda wajib curiga kalau keputihan ini menjadi gejala infeksi organ reproduksi. Trichomonas vaginalis merupakan protozoa penyebab cairan keputihan menjadi berwarna kehijauan.Pada level keputihan yang parah, kamu akan mengalami rasa panas dan gatal di sekitar area kewanitaan. Penyebabnya adalah Nisseria gonorrhoe atau GO.[3]

Apapun warna keputihan yang Anda alami, jika itu terlihat tidak wajar yang ditandai dengan bau atau rasa sakit, Anda bisa langsung menghubungi dokter spesialis kelamin untuk mendapatkan penanganan yang tepat untuk mrncegah penyakit serius di kemudian hari.[3]

Apakah penyebab keputihan?

Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab keputihan, yaitu[4] :

  • Penggunaan antibiotik atau steroid
  • Bakteri vaginosis, yaitu infeksi bakteri yang lebih sering terjadi pada wanita hamil atau wanita yang memiliki berganti-ganti pasangan seksual
  • Pil KB
  • Kanker serviks
  • Klamidia atau gonorrhea (penyakit menular seksual)
  • Diabetes
  • Infeksi panggul setelah operasi
  • Penyakit radang panggul
  • Trichomoniasis
  • Atrofi vagina (penipisan dan pengeringan dari dinding vagina saat menopause)
  • Vaginitis (iritasi pada atau di sekitar vagina)
  • Yeast infections (infeksi ragi vagina)

Mencegah Keputihan Tidak Normal

Untuk menghindari terjadinya keputihan yang tidak normal, berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan[1] :

  1. Jaga agar vagina tetap kering dan tidak lembab dengan selalu mengeringkannya setelah buang air kecil. Menjaga agar vagina tetap kering dapat juga dilakukan dengan:
    • Menggunakan celana yang tidak terlalu ketat.
    • Tidak terlalu sering menggunakan stoking.
    • Kenakan celana dalam berbahan katun, bukan sintetis karena celana dalam berbahan katun memungkinkan lebih banyak udara masuk ke vagina dan mencegah lembab.
    • Basuh kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air kecil bukan sebaliknya.
  2. Vagina sebenarnya adalah organ yang dapat membersihkan diri sendiri. Menggunakan cairan pembersih vagina justru berisiko merusak keseimbangan alami bakteri dan jamur di dalamnya. Ketidakseimbangan ini akan memicu vaginosis bakterial. Untuk membersihkan vagina, gunakan air hangat dan sabun yang tidak beraroma kuat. Namun, sebisa mungkin hanya gunakan air saja.
  3. Hindari penggunaan parfum dan bedak pada vagina. Penggunaan parfum dan sabun dapat menyebabkan nyeri pada vagina dan keluarnya cairan vagina yang tidak normal.
  4. Selain itu hindari penggunaan bahan-bahan berikut yang dapat membuat iritasi dan menyebabkan keluarnya cairan tidak normal dari vagina, seperti:
    • Penggunaan pelembut atau detergen yang beraroma kuat saat mencuci celana dalam.
    • Pembalut beraroma/berparfum.
    • Tisu toilet beraroma.
  5. Konsumsi makanan sehat dengan nutrisi seimbang.
  6. Konsumsi yoghurt atau suplemen yang mengandung laktobasilus.
  7. Hindari terlalu sering berendam dalam air panas.
  8. Cuci pakaian dalam dengan air hangat.
  9. Ganti pembalut secara teratur saat datang bulan.

Apabila ada hal-hal lain yang ingin dikonsultasikan dan ditanyakan, dapat menghubungi contact center “Kimia Farma Care” di nomor 1500-255, dari Senin – Minggu pukul 07.00 – 21.00 WIB (pulsa lokal) atau Facebook/KimiaFarmaCare dan Twitter @kimiafarmacare. Dalam contact center tersebut, Anda dapat memperoleh berbagai informasi yang diperlukan, baik konsultasi obat secara langsung dengan Apoteker, lokasi apotek Kimia Farma terdekat, keluhan pelanggan dan informasi lainnya.

Sumber :
  1. Alodokter.com. Jangan Cemas, Begini Cara Mengatasi Keputihan. [Accessible via internet in July 2017, Published at http://www.alodokter.com/jangan-cemas-begini-cara-mengatasi-keputihan]
  2. Alodokter.com. Pengertian Keputihan. [Accessible via internet in July 2017, Published at http://www.alodokter.com/keputihan]
  3. Febriyani Frisca. (2015). Kenali 6 Warna Keputihan yang Berhubungan dengan Kesehatanmu. [Accessible via internet in July 2017, Published at http://www.bintang.com/sex-health/read/2357235/kenali-6-warna-keputihan-yang-berhubungan-dengan-kesehatanmu]
  4. Webmd.com. Vaginal Discharge: What’s Abnormal? [Accessible via internet in July 2017, Published at http://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal#1]
Sumber gambar : http://img.aws.livestrongcdn.com

Tag-tag:  apotekkimiafarmawanitakeputihan

Bagikan

Berikan Pendapat Anda

comments powered by Disqus

Berlangganan

Dapatkan berita terbaru dari Kimia Farma Apotek di inbox anda.

Klik untuk Berlangganan

Baca Juga