Diare: Bagaimana Cara Mengatasinya?

  October 21, 2016     Hanisyarah Diana Zen, S. Farm, Apt     Informasi Kesehatan

Diare: Bagaimana Cara Mengatasinya?

Menurut WHO pengertian diare adalah buang air besar dengan konsistensi cair (mencret) sebanyak 3 kali atau lebih dalam satu hari (24 jam). Ingat, dua kriteria penting harus ada yaitu BAB cair dan sering, jadi misalnya buang air besar sehari tiga kali tapi tidak cair, maka tidak bisa disebut diare. Begitu juga apabila buang air besar dengan tinja cair tapi tidak sampai tiga kali dalam sehari, maka itu bukan penyakit diare.

Penyakit Diare merupakan masalah global yang menjadi penyebab kematian pada anak nomor dua setelah pneumonia. Berdasarkan data, hampir sembilan juta anak usia di bawah lima tahun meninggal setiap tahun akibat penyakit ini. Kebanyakan orang yang meninggal akibat diare disebabkan oleh dehidrasi berat dan kehilangan cairan. Anak-anak yang kekurangan gizi atau memiliki gangguan kekebalan serta orang-orang dengan HIV adalah yang paling berisiko terhadap komplikasi kematian.

Diare sering dikaitkan dengan infeksi gastrointestinal (saluran cerna), yang dapat disebabkan oleh berbagai macam organisme seperti bakteri, virus dan parasit. Mikrorganisme tersebut menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, atau bisa juga dari orang ke orang sebagai akibat dari kebersihan yang buruk, misalnya tidak cuci tangan sebelum memegang makanan atau makan tanpa cuci tangan terlebih dahulu.

Apa Saja Penyebabnya ?

  1. Infeksi

Infeksi adalah faktor yang sering menjadi penyebab seseorang terkena diare. Dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, dan parasit. Sumber penyebaran yang paling sering adalah melalui air yang terkontaminasi oleh tinja atau kotoran. Dengan demikian penyakit ini lebih sering terjadi pada lingkungan dengan sanitasi air bersih yang kurang memadai, baik untuk minum, memasak dan mencuci (terutama peralatan makan). Rotavirus dan Bakteri Escherichia coli merupakan dua agen penyebab diare yang paling sering di negara berkembang.

  1. Non Infeksi

Selain infeksi faktor lain diantaranya yang sering menyebabkan alergi adalah :

  • Alergi :yang dominan terjadi adalah alergi karena makanan, contohnya alergi protein atau susu.
  • Obat – obatan : pengaruh konsumsi antibiotik biasanya dapat menyebabkan diare.
  • Psikologis : pengaruh psikologis seseorang juga dapat menyebabkan diare, contohnya ketika seseorang merasa cemas dan ketakutan berlebih, maka dapat menyebabkan diare secara tiba-tiba.
  • Penyakit usus : Penyakit usus juga bisa mempengaruhi seseorang terkena diare. Misalnya saja adalah penyakit usus seperti colitis ulserative, enterocolitis dan juga crohn disease.
  • Gangguan dalam tubuh misalnya terjadinya malabsorpsi dan gangguan metabolik juga dapat menyebabkan diare.
  • Malnutrisi : Kekurangan nutrisi juga bisa menyebabkan seseorang terkena diare. Misalnya kekurangan makanan kaya serat dan kurang gizi. Anak-anak yang kekurangan gizi akan lebih berisiko tinggi terkena penyakit diare dan akan menyebabkan gejala yang lebih buruk bagi mereka. Karena setiap terkena mencret, maka sudah pasti akan membuat mereka kekurangan gizi yang lebih buruk. Maka tak heran bahwa gizi buruk pada anak balita paling sering disebabkan oleh diare kronis.

Baca Juga : BPOM Merilis Safety Alert Loperamide Dosis Tinggi dan Risiko Masalah Jantung yang Serius

Apa Saja Gejala Diare ?

Selain tinja encer dengan frekuensi buang air besar tiga kali atau lebih, tanda dan gejala diare lainnya dapat berupa:

  • Kram perut atau melilit
  • Nyeri perut
  • Demam
  • Pusing karena dehidrasi
  • Tidak nafsu makan
  • Lemas karena dehidrasi

Penyakit Diare yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri juga dapat menyebabkan muntah. Disamping itu, gejala khas berupa tinja encer bercampur darah dan lendir paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, disebut disentri.

Gejala yang ringan biasanya berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari. Maka apabila mencret berlangsung selama lebih dari beberapa hari dianggap sebagai diare kronis dan mungkin merupakan tanda dari penyakit yang mendasarinya, seperti penyakit radang usus atau infeksi yang berat.

Jika berkepanjangan (kronis), diare dapat menyebabkan dehidrasi dan dapat mengancam nyawa sehingga membutuhkan perawatan dokter. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan dan elektrolit – garam kalium dan natrium. Cairan dan elektrolit yang hilang selama diare perlu diganti segera karena tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa cairan tersebut.

Hal yang membuat diare berbahaya adalah dehidrasi yang bisa terjadi akibat banyaknya cairan yang hilang dari tubuh.

Baca Juga : Obat Antidiare Loperamide Dosis Tinggi Membahayakan Jantung

Cara Mengatasi Diare

Sebagian besar diare dapat sembuh dengan sendirinya setelah dua sampai tiga hari, dan paling sering membutuhkan waktu satu hingga dua minggu. Satu-satunya pengobatan diare yang paling diperlukan adalah mencegah dehidrasi, yang dapat dilakukan dengan minum cairan pengganti dan campuran elektrolit (Oralit). Kecukupan mineral seperti natrium, magnesium, kalsium dan kalium sangat penting dalam menjaga fungsi tubuh dan kelistrikan jantung agar tetap berdetak normal.

Obat-obatan yang fungsinya menghentikan diare tidak dianjurkan untuk orang-orang dengan diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit karena dapat memperpanjang infeksi dan membuat mencret malah menjadi lama tak sembuh-sembuh. Pada kasus seperti ini, dokter bisanya meresepkan antibiotik. Sedangkan diare yang disebabkan oleh virus akan sembuh dengan sendirinya dengan atau tanpa obat.

Jika diare disertai adanya darah dan lendir, maka segeralah berobat kedokter, karena besar kemungkinan penyebabnya adalah bakteri.

Pencegahan Diare

Meskipun penyebab diare itu bermacam-macam, namun kita dapat mencegahnya melalui langkah-langkah berikut ini.

  • Rajin mencuci tangan
  • Gunakan sabun untuk mencuci tangan selama 20 detik
  • Gunakan pembersih tangan saat tidak ada air dan sabun
  • Mudahkan akses ke air minum yang bersih dan aman
  • Sediakan sanitasi air yang baik
  • Pada bayi, terapkan ASI ekslusif selama enam bulan
  • Kebersihan pribadi yang baik dan lebih berhati-hati memilih dan mengkonsumsi makanan

Biasakan hidup sehat dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Anda dapat menghindari terserang penyakit diare bila Anda peduli dengan kebersihan. Jangan lupa selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Apabila ada hal-hal lain yang ingin dikonsultasikan dan ditanyakan, dapat menghubungi contact center “Kimia Farma Care” di nomor 1500-255, dari Senin – Minggu pukul 07.00 – 21.00 WIB (pulsa lokal) atau Facebook/KimiaFarmaCare dan Twitter @kimiafarmacare. Dalam contact center tersebut, Anda dapat memperoleh berbagai informasi yang diperlukan, baik konsultasi obat secara langsung dengan Apoteker, lokasi apotek Kimia Farma terdekat, keluhan pelanggan dan informasi lainnya.

Sumber :
Mediskus | Pengertian Diare
HaloSehat | Penyakit Diare
Gambar : lh3.googleusercontent.com

Tag-tag:  apotekapotekerkimiafarmaobatdiare

Bagikan

Berikan Pendapat Anda

comments powered by Disqus

Berlangganan

Dapatkan berita terbaru dari Kimia Farma Apotek di inbox anda.

Klik untuk Berlangganan

Baca Juga