LUKA TAK KUNJUNG SEMBUH PADA PASIEN DIABETES, APA HUBUNGANNYA?

  January 2, 2018     Loraetta Brety Sebayang, S.Farm., M.Kes., Apt.     Informasi Kesehatan

LUKA TAK KUNJUNG SEMBUH PADA PASIEN DIABETES, APA HUBUNGANNYA?

Diabetes (diabetes melitus) adalah penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang jauh di atas normal. Glukosa sangat penting bagi kesehatan kita karena merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh kita. [1]

Baca juga : Tips Menghindari Luka pada Kaki untuk Diabetesi

Salah satu gejala yang dialami oleh pasien diabetes adalah adanya luka yang sulit untuk sembuh. Luka pada orang diabetes memerlukan waktu yang lama untuk proses penyembuhannya. Hal ini terjadi karena beberapa faktor.[2]

  1. Sirkulasi darah yang buruk

Tingginya kadar glukosa pada darah akan membuat pembuluh darah menjadi kaku, sehingga hal ini akan mempersempit pembuluh darah. Pembuluh darah yang sempit ini akan menyebabkan penurunan aliran darah dan oksigen ke area luka. Selain itu, kadar gula darah yang meningkat menurunkan fungsi sel darah merah yang membawa nutrisi ke jaringan. Hal ini menurunkan efisiensi sel darah putih yang melawan infeksi. Tanpa nutrisi dan oksigen yang cukup, luka akan lambat untuk sembuh.

  1. Neuropati Diabetik

Bila kadar glukosa darah tidak terkontrol, saraf di tubuh terpengaruh dan pasien bisa mengalami kehilangan sensasi. Ini disebut neuropati diabetes. Bila ada kehilangan sensasi, pasien tidak bisa merasakan adanya luka lepuh, infeksi atau luka operasi. Karena penderita diabetes mungkin tidak dapat merasakan adanya perubahan status luka atau luka yang sebenarnya, keparahannya bisa berkembang dan mungkin ada komplikasi dengan penyembuhan.

  1. Kekebalan Sistem Kekebalan Tubuh

Diabetes menurunkan efisiensi sistem kekebalan tubuh, sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi. Tingkat glukosa yang tinggi menyebabkan sel kekebalan berfungsi tidak efektif, yang meningkatkan risiko infeksi pada pasien. Studi menunjukkan bahwa enzim dan hormon tertentu yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap peningkatan kadar gula darah bertanggung jawab atas dampak negatif sistem kekebalan tubuh.

  1. Infeksi

Dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang berfungsi, penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi. Infeksi menimbulkan banyak masalah kesehatan dan juga memperlambat proses penyembuhan secara keseluruhan.

Ketika luka terlambat untuk ditangani, maka infeksi dapat berkembang menjadi luka gangren, sepsis atau infeksi tulang seperti osteomielitis. Menurut statistik, di Negara Amerika Serikat, diabetes adalah alasan nomor satu pada amputasi anggota badan.[2]

Karena luka lama sembuh membutuhkan perawatan khusus di sepanjang proses kesembuhannya, maka sebaiknya upaya tersebut juga melibatkan pemantauan dari dokter. Jangan gunakan herbal tanpa ada rekomendasi dari tenaga kesehatan dan tetap jaga kebersihan luka dengan membersihkan dan menganti perban sesuai anjuran dokter.

Apabila ada hal-hal lain yang ingin dikonsultasikan dan ditanyakan, dapat menghubungi contact center “Kimia Farma Care” di nomor 1500-255, dari Senin – Minggu pukul 07.00 – 21.00 WIB (pulsa lokal) atau Facebook/KimiaFarmaCaredanTwitter @kimiafarmacare. Dalam contact center tersebut, Anda dapat memperoleh berbagai informasi yang diperlukan, baik konsultasi obat secara langsung dengan Apoteker, lokasi apotek Kimia Farma terdekat, keluhan pelanggan dan informasi lainnya.

Sumber:
  1. Alodokter.com. Diabetes. [Accessible via internet at December 2017, Published on http://www.alodokter.com/diabetes]
  2. Wound Care Centers. How Diabetes Affects Wound Healing. [Accessible via internet at December 2017, Published on https://www.woundcarecenters.org/article/living-with-wounds/how-diabetes-affects-wound-healing]
Sumber gambar : http://magazine.orami.co.id

Tag-tag:  apotekkimiafarmakesehatandiabeteslifestyle

Bagikan

Berikan Pendapat Anda

comments powered by Disqus

Berlangganan

Dapatkan berita terbaru dari Kimia Farma Apotek di inbox anda.

Klik untuk Berlangganan

Baca Juga