Makanan Yang Harus Dihindari Oleh Penderita Asam Urat Sewaktu Buka Puasa

  May 17, 2018     Loraetta Brety Sebayang, S.Farm., M.Kes., Apt.     Informasi Kesehatan

Makanan Yang Harus Dihindari Oleh Penderita Asam Urat Sewaktu Buka Puasa

Penyakit asam urat atau gout adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian. Meski semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

Baca Juga : Jumlah Kalori Minuman Menu Buka Puasa

Asam urat sejatinya merupakan limbah yang terbentuk dari penguraian zat purin yang ada di dalam sel-sel tubuh. Sebagian besar asam urat dibuang melalui ginjal dalam bentuk urine dan sebagian kecil lainnya dibuang melalui saluran pencernaan dalam bentuk tinja.[1]

Jika asam urat yang dibuang dari tubuh jauh lebih sedikit dari jumlah yang diproduksi, maka asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal-kristal tajam natrium urat berukuran mikro yang bermuara di dalam sendi atau di sekeliling jaringan sendi. Ketika kristal-kristal tajam tersebut masuk ke ruang persendian dan mengganggu lapisan lunak sendi, maka terjadilah peradangan yang terasa sangat sakit. Penumpukan asam urat di dalam sendi adalah penyebab penyakit asam urat. [1]

Baca Juga : Asam Urat Tinggi, Risiko Diabetes Dan Batu Ginjal Meningkat

Pada bulan puasa, sering sekali seseorang yang menderita penyakit asam urat kurang memperhatikan asupan makanan sewaktu berbuka. Melihat makanan yang tersaji di depan mata atau yang dijual oleh pedagang makanan memang selalu menggiurkan, menjadi tantangan tersendiri untuk mengontrol makanan. Sebagai penderita asam urat, maka sebaiknya menghindari beberapa makanan ini agar penyakit asam urat tidak semakin parah:

  1. Jeroan. Untuk jenis makanan ini, Anda disarankan untuk menjauhinya karena jeroan seperti hati, ginjal dan organ dalam lainnya, memiliki kandungan purin tertinggi. [2]
  2. Makanan laut seperti teri, sarden, makarel, tuna dan scallop (kerang). [2]
  3. Ada beberapa sayuran yang memiliki kadar purin tinggi seperti bayam, kembang kol, asparagus, kacang polong, atau jamur. Namun, menurut penelitian, mengonsumsi purin yang berasal dari sayuran tidak menimbulkan masalah bagi penderita asam urat tinggi, artinya risiko terkena gout atau serangan ulangannya tidak meningkat. Meski begitu, disarankan untuk tetap membatasi jumlah yang masuk ke dalam tubuh Anda. [1]
  4. Alcohol. Minuman ini mengandung purin dan bisa meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Selain itu, bir juga bisa menyebabkan dehidrasi, yang mana pemicu datangnya rasa nyeri pada penderita asam urat tinggi.[1]

Selain makanan diatas, memenuhi asupan air yang cukup merupakan salah satu cara untuk menghindari penyakit asam urat. Pada saat puasa, minumlah 2 gelas pada saat sahur, 2 gelas saat berbuka dan 4 gelas pada saat makan malam.

Apabila ada hal-hal lain yang ingin dikonsultasikan dan ditanyakan, dapat menghubungi contact center “Kimia Farma Care” di nomor 1-500-255, dari Senin – Minggu pukul 07.00 – 21.00 WIB (pulsa lokal) atau Facebook/KimiaFarmaCaredanTwitter @kimiafarmacare. Dalam contact center tersebut, Anda dapat memperoleh berbagai informasi yang diperlukan, baik konsultasi obat secara langsung dengan Apoteker, lokasi apotek Kimia Farma terdekat, keluhan pelanggan dan informasi lainnya.

Sumber:
  1. Alodokter.com. Rematik Asam Urat. [Accessible via internet at May 2018, published on https://www.alodokter.com/rematik-asam-urat/penyebab]
  2. Mayoclinic.org. Gout Diet: What’s Allowed, What’s Not. [Accessible via internet at May 2018, published on https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/gout-diet/art-20048524]
Sumber gambar: http://www.topnaturalrecipes.com

Tag-tag:  asamuratpuasajeroanrematik

Bagikan

Berikan Pendapat Anda

comments powered by Disqus

Berlangganan

Dapatkan berita terbaru dari Kimia Farma Apotek di inbox anda.

Klik untuk Berlangganan

Baca Juga