Semprotan Vagina untuk Menjaga Kesehatan Daerah Kewanitaan, Benarkah?

  February 12, 2017     Putri Pertiwi Yulianti, S. Farm, Apt     Informasi Kesehatan

Semprotan Vagina untuk Menjaga Kesehatan Daerah Kewanitaan, Benarkah?

Di Indonesia mungkin masih belum banyak wanita yang mengetahui tentang vaginal douche atau semprotan vagina. Berbeda dengan di Amerika dimana sekitar 20% - 40% wanita berusia 15 sampai 44 tahun mengatakan bahwa mereka sudah dan rutin menggunakan semprotan vagina. Menurut penggunanya, semprotan ini dapat menghilangkan aroma tidak sedap, membersihkan darah menstruasi yang tersisa, menghindari terjangkit penyakit menular seksual, serta menghindari terjadinya kehamilan setelah melakukan hubungan seksual.

Sayangnya, menurut para ahli ternyata semprotan vagina ini tidak memiliki keefektifan seperti yang selama ini dikatakan. Bahkan para ahli memperingatkan penggunanya tentang adanya kemungkinan peningkatan resiko infeksi, komplikasi kehamilan dan masalah kesehatan lainnya yang dapat menimpa penggunanya.

Baca Juga : Apa Itu Kanker Ovarium

Apa itu douche semprotan vagina? Kata “douche” merupakan kata dalam bahasa Perancis yang artinya “cuci” atau “membersihkan”. Dimana semprotan vagina ini digunakan untuk membersihkan vagina dengan campuran dari air dan asam asetat (air cuka). Semprotan vagina ini juga dijual di beberapa toko obat dan supermarket di Amerika yang disebut-sebut mengandung antiseptik dan parfum. Campuran antiseptik, air dan parfum ini akan dimasukkan dalam botol atau wadah khusus yang kemudian disemprotkan melalui pipa saluran penyemprot yang didesain agar bisa masuk ke dalam vagina.

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, banyak anggapan bahwa semprotan vagina ini memiliki banyak manfaat untuk daerah intim wanita. Begitupun banyak juga para ahli yang menyatakan bahwa produk ini memiliki lebih banyak risiko dibanding manfaatnya. Berikut ini beberapa masalah yang dapt dikaitkan dengan penggunaan semprotan vagina:

  • Infeksi vagina (bacterial vaginosis). Penyemprotan dengan vaginal douche ini dapat mengubah keseimbangan alami bakteri di dalam vagina (disebut juga flora vagina). Perubahan ini dapat mengakibatkan keadaan lingkungan vagina yang memungkinkan untuk bakteri tersebut berkembang secara berlebihan dan menyebabkan infeksi. Penelitian menemukan bahwa wanita yang menghentikan rutinitas penyemprotan vaginanya, lebih jarang mengalami vaginosis bakteri dibanding dengan yang tetap melakukan kegiatan tersebut. Vaginosis bakteri dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan penyakit menular seksual.
  • Penyakit radang pelvis (Pelvic Inflammatory Dissease), merupakan infeksi pada bagian uterus, tube faloppi, dan/atau ovarium. Penelitian menemukan bahwa wanitan dengan rutinitas penyemprotan memiliki risiko 73% lebih besar untuk menderita penyakit ini.
  • Komplikasi kehamilan. Wanita yang melakukan penyemprotan vagina lebih dari satu kali seminggu memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk sulit hamil dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan semprotan vagina. Penyemprotan ini juga meningkatkan resiko kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim) hingga 76%.
  • Kanker serviks juga memiliki kemungkinan untuk meningkat risikonya jika seseorang melakukan penyemprotan sedikitnya satu kali dalam seminggu

Baca Juga : Ingin Cantik Konsumsi Buah Srikaya

Menurut ahli kesehatan, termasuk yang berada di American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), wanita harus menghindari penggunaan semprotan vagina. Memiliki sedikit aroma di vagina merupakan hal yang normal, sehingga tidak perlu menggunakan semprotan vagina untuk membuat aromanya lebih wangi. Namun jika memang tercium aroma tidak sedap yang cukup kuat, bisa jadi pertanda dari adanya infeksi pada daerah kewanitaan. Selain itu keasaman dari vagina juga akan menjaga bakteri tetap seimbang secara alami. Untuk tetap menjaga kebersihan vagina, cukup dilakukan dengan membilas daerah intim dengan air hangat dan sabun khusus daerah kewanitaan.

Apabila ada hal-hal lain yang ingin dikonsultasikan dan ditanyakan, dapat menghubungi contact center “Kimia Farma Care” di nomor 1500-255, dari Senin – Minggu pukul 07.00 – 21.00 WIB (pulsa lokal) atau Facebook/KimiaFarmaCare dan Twitter @kimiafarmacare. Dalam contact center tersebut, Anda dapat memperoleh berbagai informasi yang diperlukan, baik konsultasi obat secara langsung dengan Apoteker, lokasi apotek Kimia Farma terdekat, keluhan pelanggan dan informasi lainnya.

Sumber : WebMD | Vaginal Douching: Helpful or Harmful?
Sumber gambar : https://www.modasta.com

Tag-tag:  apotekkimiafarmavagina

Bagikan

Berikan Pendapat Anda

comments powered by Disqus

Berlangganan

Dapatkan berita terbaru dari Kimia Farma Apotek di inbox anda.

Klik untuk Berlangganan

Baca Juga