Tips Menghindari Luka pada Kaki untuk Diabetesi

  March 30, 2017     Putri Pertiwi Yulianti, S. Farm, Apt     Informasi Kesehatan

Tips Menghindari Luka pada Kaki untuk Diabetesi

Salah satu penyakit degeneratif yang ditakuti oleh banyak orang adalah diabetes melitus. Hal ini dikarenakan komplikasi ataupun penyakit penyerta yang sering muncul pada pasien diabetes. Diabetes dengan komplikasi inilah yang menyebabkan sekitar 2,2 juta orang meninggal di tahun 2012 menurut data WHO. Salah satu komplikasi yang ditakuti adalah luka membusuk pada kaki yang bahkan mengharuskan untuk dilakukan amputasi.

Masalah pada kaki pasien diabetes seringnya terjadi ketika ada kerusakan pada saraf, disebut juga dengan neuropati. Hal ini dapat menyebabkan rasa ngilu, nyeri (seperti terbakar atau tersengat), ataupun rasa lemah pada kaki. Selain itu juga dapat menyebabkan hilangnya rasa atau sensor pada kaki, sehingga luka yang terjadi di kaki bisa jadi tidak terasa oleh tubuh. Gangguan pada aliran darah ataupun perubahan bentuk kaki dan telapak kaki juga dapat menyebabkan masalah[1].

Luka yang terjadi pada seseorang dengan diabetes, jika tidak diobati dan dirawat dengan baik, lama kelamaan dapat membusuk karena terjadi infeksi. Pembusukan yang terjadi inilah yang menyebabkan kaki seseorang harus diamputasi, karena jika dibiarkan infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menimbulkan bahaya yang lebih membahayakan. Kaki menjadi bagian tubuh yang paling sering mengalami hal ini dikarenakan berbagai penyebab yang seringkali disepelekan oleh pasien.

Baca Juga : Kombinasi Metformin dan Insulin Menekan Angka Mortilitas DM tipe-2

Kuku kaki yang dibiarkan memanjang dan menembus bagian kulit di sekitarnya, namun tidak terasa atau dibiarkan begitu saja oleh penderita, dapat menyebabkan infeksi pada kaki. Ataupun aktivitas kaki yang cukup berat, menyebabkan gesekan antara kulit telapak kaki dengan bagian dalam sepatu yang dapat menimbulkan lecetan. Begitupun dengan penderita yang dengan sengaja atau tidak sengaja berjalan di atas aspal panas dengan kaki telanjang, yang mungkin dapat menyebabkan luka di bagian telapak kaki. Hal ini dapat menyebabkan masalah pada kaki untuk penderita diabetes.

Selain itu, kecenderungan penderita diabetes yang mengalami gangguan sirkulasi darah, menyebabkan penurunan kemampuan pada kaki untuk menyembuhkan diri dan melawan infeksi. Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghindari terjadinya gangguan pada kaki adalah dengan melakukan berbagai aktivitas untuk melancarkan sirkulasi darah, namun tidak membuat kakinya terluka.

Baca Juga : Program Hamil dengan Obat Diabetes Metformin

Berikut beberapa tips yang mungkin dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan kaki pada penderita diabetes[2] :

  • Periksa keadaan dan kondisi kaki setiap hari, terutama setelah beraktivitas menggunakan sepatu dan pada bagian telapak kaki,
  • Cuci kaki setiap hari dengan air hangat (bukan air panas) dan sabun, kemudian keringkan dan taburi kaki dengan bedak tabur hingga ke sela-sela jari untuk menjaga kulit tetap lembab dan mencegah infeksi,
  • Gosok bagian telapak kaki yang mengalami penebalan kulit dengan sikat ataupun batu halus, namun diskusikan terlebih dahulu hal ini dengan dokter,
  • Gunting kuku kaki dengan bentuk lurus, tidak sampai ke dalam bagian ujung kuku karena dikhawatirkan terjadi luka yang diakibatkan bagian tajam pada alat penggunting kuku,
  • Pakai sepatu dan kaus kaki setiap saat, jangan berjalan dengan kaki telanjang dan pastikan bagian dalam sepatu halus dan tidak ada kotoran atau kerikil didalamnya, juga sebaiknya tidak menggunakan kaus kaki yang ketat karena dapat semakin mengganggu sirkulasi darah,
  • Lindungi kaki dari panas dan dingin, hindari penggunaan alat kompres panas jika kaki terasa dingin dan lebih baik memakai kaus kaki untuk menjaganya tetap hangat dan kering, juga sebaiknya menggunakan krim tabir surya pada kaki saat akan berada di luar rumah,
  • Pastikan aliran darah sampai ke kaki, caranya dengan menaikkan kaki saat duduk, tidak menggunakan kaus kaki ketat, menjadi lebih aktif dan berhenti merokok,
  • Periksa keadaan kaki setiap kali mengunjungi dokter, terutama jika terjadi perubahan bentuk pada kaki, kehilangan rasa atau sensor pada kaki, terjadi luka atau pendarahan di kaki.

Apabila ada hal-hal lain yang ingin dikonsultasikan dan ditanyakan, dapat menghubungi contact center “Kimia Farma Care” di nomor 1-500-255, dari Senin – Minggu pukul 07.00 – 21.00 WIB (pulsa lokal) atau Facebook/KimiaFarmaCare dan Twitter @kimiafarmacare. Dalam contact center tersebut, Anda dapat memperoleh berbagai informasi yang diperlukan, baik konsultasi obat secara langsung dengan Apoteker, lokasi apotek Kimia Farma terdekat, keluhan pelanggan dan informasi lainnya.

Sumber :
  1. American Diabetes Association. (2016). Foot Complication. [Published on http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/complications/foot-complications/?referrer=https://www.google.co.id/]
  2. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2017). Diabetes and Foot Problems. [Published on https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/preventing-problems/foot-problems]
Sumber gambar : http://nova.grid.id

Tag-tag:  apotekapotekerkimiafarmadiabetesluka

Bagikan

Berikan Pendapat Anda

comments powered by Disqus

Berlangganan

Dapatkan berita terbaru dari Kimia Farma Apotek di inbox anda.

Klik untuk Berlangganan

Baca Juga